Sudah lama gw ngga posting tulisan sejak bulan Januari lalu. Sebenernya belasan draft tulisan sudah tersimpan di hard disc, menanti untuk diupload. Tapi belum ada yang gw dahulukan untuk segera tampil di blog, halaah. Dahulu, niat awal untuk menulis adalah hanya mencurahkan perasaan, pemikiran, pendapat, nyampah, dll -or I should call them self disclosure- tapi bukan untuk dipublish secara terang-terangan. Bisa dilihat dari judul-judul postingan awal yang sepertinya memang agak pribadi…eh..sangat pribadi, tapi tetap kelihatan implisit, hanya tersirat saja. Namun, seiring dengan perkembangan kehidupan, keleluasaan waktu, serta kehausan untuk diskusi yang sifatnya lebih intelektual daripada perasaan, muncul lah niat gw untuk menulis hal-hal yang memang layak dikonsumsi publik. Bukan curahan perasaan semata, tapi lebih kepada hal-hal yang insightful bagi para pembacanya.
Sayangnya gw punya satu kebiasaaan yang membuat gw selalu mereview ulang banyak hal. Hm, dibilang teliti ngga selalu juga, kadang bisa saja kelewatan sesuatu, kadang kelewat lama mereview, contohnya sampai postingannya ngga keluar-keluar, hahaha. Naah, inilah simtom paling berbahaya dalam hidup saya. Susah sekali buat gw memulai sesuatu jika saat akan memulai malah timbul perasaan bahwa tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikannya secara sempurna, at least ya menurut gw. Makanya, mereview jadi kegiatan obsesive compulsive yang biasanya malah bisa mengeblok proses mengalirnya ide seperti apa adanya. Ini ngga cuma berlaku untuk postingan blog, tapi juga essay, persiapan dokumen, kelengkapan pendaftaran, dan segala administrasi lainnya.
Baiklah, ini akan jadi PR besar untuk hidup gw, mengantisipasi kebiasaan yang satu itu, dan memaparkannya disini bukan berarti mengeluhkannya pada dunia, hehe
Setidaknya langkah awalnya adalah ayo menulis yang banyaaaak! Biarkan pikiran secara bebas melukis di kanvasnya sendiri. Selesaikan semua proyek, tapi tetap memakai material terbaik untuk hasil terbaik!