Tags
Pagi itu gemericik hujan terdengar dalam tidurku…aaah, malas sekali untuk bangun. Rasanya hanya ingin tetap di tempat tidurku dan berlindung di balik hangatnya selimut. Cuaca pagi musim ini di kotaku sedang tidak bersahabat dan hujan di pagi hari bukan hal yang kuharapkan untuk memulai hari.
Oh, tak ada pilihan, aku punya janji. Ku singkap selimutku, bangun, menggeliat, menyikat gigi, mencuci muka lalu ganti baju. Mandi juga bukan ide bagus. Sebuah pullover cokelat dipadu coat warna senada, syal dan boots adalah padanan tepat untuk menghangatkan diri. Then I grab my umbrella, go out for a breakfast in a coffe shop nearby.
Pelayan : Morning, coffee?
Aku : No, hot tea please..umm and extra sugar.
Pelayan : Okay, anything else?
Aku : Hm, do you still have muffin?
Pelayan : Sure, chocolate or cheese?
Aku : Both, give me two cups. Make sure they are warm, okay.
Pelayan : Here you go. (meletakkan secangkir teh hangat dan dua cup muffin di atas nampan)
Aku : Thanks! (membayar semuanya dan berjalan ke kursi pojok ruangan yang berada di samping jendela)
Aku masih punya waktu satu jam lagi untuk ke universitas. Sebelum kesana, aku punya janji dengan seseorang disini. A friend of mine, yang akan membantu risetku disini. Maklum, aku masih gagap urusan teknologi dan computer science, jadi aku meminta bantuannya untuk riset brain imaging ku bulan depan.
-klining (suara pintu kafe terbuka)-
Hey, I’m here. (sapaku melambaikan tangan)
*
-to be continue-