Tags
Hari ini adzan ngasih link tentang sebuah film Indonesia yang segera keluar (eh gw ga tau sih tepatnya kapan). Setelah gw buka link-nya, ternyata itu adalah sebuah trailler film berjudul Cin(t)a (belum tau jg gw gmn cara spelling-nya). Cinta? or Cina? Hmm, mungkin yang kedua.
Setelah gw tonton trailler berdurasi 2 menit 3 detik itu, gw merinding sekaligus kagum dan tentu saja penasaran. Gw belum pernah membaca resensi film ini tapi setelah nonton di Youtube, gw simpulkan bahwa film ini pasti akan menarik, bahkan sangat menarik dan begitu menjanjikan bagi para penonton film yang menunggu lagi datangnya film Indonesia yang berkualitas.
Tema cinta yang diangkat dalam film ini dan sekaligus dijadikan sebagai judul filmnya, mungkin membuat kita bertanya2, what another kind of love story?? Basi!!
Masa sih?? Tapi tunggu dulu, ternyata tema cintanya dibungkus dengan persoalan suku, ras dan agama. Wooow, satu kata dari gw, berani banget!! Bukan hal yang biasa sih cinta dihalau oleh bungkus2 barusan yang gw sebut barusan, tapi mengangkatnya dalam film sekaligus meng-gamblang-kan bungkusan itu adalah hal yang benar2 berani sekaligus sangat manusiawi. Muncul dari lubuk hari paling dalam untuk menanyakan pada Tuhan atas apa yang Dia inginkan untuk terjadi pada makhluk2 yang Dia ciptakan berbeda2..
Seperti yang mungkin kita bayangkan, konflik sudah pasti muncul di antara kedua tokoh yang diberi nama Cina dan Annisa (ketebak kan kira2 konfliknya?). Yang gw kagumi dari film ini adalah kedua tokoh berani menyuarakan perbedaan prinsip di antara keduanya, secara gamblang dalam kalimat2 yang seolah2 “polos” tanpa menghiraukan unsur tabu atau keseganan yang ada di dunia nyata.
Hmm..kok gw semangat banget ya? Nonton filmnya aja belom, hahaha.. Kita lihat aja nanti, buruan ya keluar!!