Rasanya beberapa minggu belakangan banyak hal-hal yang ngga terucapkan, entah memang gw yang ngga punya kesempatan atau memang gw yang cenderung ngga mau bercerita. Beberapa hal coba gw tulis sekedar untuk mengeluarkannya aja, entah yang udah lama atau yang baru-baru ini terjadi selama gw di Jogja. Mudah-mudahan kalau ada yang insightful buat yang ngebaca ya Alhamdulillah…
1. Gw banyak belajar selama seminggu terakhir gw di Jogja. Belajar lebh mengenal orang lain, belajar silsilah, belajar tentang kematian, belajar berpikir kreatif ala pedagang Jogja dan masiiih banyak lagi…
2. Gw keliling Jogja..ikut om dan tante gw yang mengurus surat2 kematian Eyang gw dan menyusuri beberapa tempat yang biasa dilalui Eyang gw kalau beraktifitas dulu…make me weep..
3. Makna dari Surat Al Ashr…sungguh luar biasa. Lakukan saja sesuatu seolah-olah kita tidak akan punya waktu lagi, seolah-olah itulah yang terakhir kali kita lakukan..dan tidak perlu menunda kebaikan.
4. Suatu hari seorang perawat pria masuk ke ruang rawat Eyang gw. Seorang laki-laki kurus berkemeja batik (Jogja cinta batik bgt ceritanya ), bersarung tangan dan membawa beberapa peralatan medis. Setelah mengucapkan Assalamualaikum, perawat itu mulai bertutur Jawa yang sangat sopan dengan suara yang sangat lembut. Gw udah lama ngga pernah ngeliat laki-laki dengan wajah yang cerah dan sorot mata yang teduh seperti dia. Astagfirullah..Saya jadi malu dan langsung menunduk, sambil sesekali tertegun melihat apa saja yang dilakukannya untuk Eyang gw. Udah gitu perawat itu sabar banget…pemeriksaan dan kegiatan bersih-bersih pasien dia lakukan tanpa ada satupun kerut mata yang tampak mengeluh. Tak lupa gw ucapkan terima kasih sebelum dia keluar ruangan. Keluarga gw juga mengiyakan kesabaran perawat itu. Mulia sekali, semoga Allah memberikan ganjaran berlipat buat Mas perawat.. *bersyukur Eyang gw dirawat di rumah sakit Islami.
5. Gw pengen keliling Jogja sendirian, naik sepeda dan berkunjung kemana-mana (baca: keluar masuk museum-museum Jogja yang seabreg itu). Cuma sendirian, ngga boleh ada yang ikutan.
6. Hidup itu hanya untuk Allah, Lillahi taala harus dimaknai sebenar-benarnya dari lubuk hati. Di dunia ini tidak ada cinta yang lain yang bisa menandingi indahnya cinta Allah ketika kita mampu ber-ikhlas saat menerima takdirnya..dan tidak ada cinta lain di kehidupan duniawi yang mampu menandinginya.
7. Warisan terpenting dari para Eyang atau orang-orang tua pendahulu kita adalah nilai-nilai kebaikan yang mereka turunkan di dalam darah kita.
8. Tanyalah para diri kita masing-masing..bisakah kita tetap Istiqomah dan mampu menyebut nama Allah saat kita dipanggil nanti.
9. Sepupu gw punya Crocs dapet gratisan. Katanya doorprice saat kampanye salah satu calon anggota DPD dari partai besar. Hmm…makes me wonder..Crocs yang dibagiin kan lumanyan mahal, ironisnya yang dapet doorprice (orang2 yang ngga tau sandal yang dijual di mall, taunya di pasar juga ada yang begituan) pada ngga tau nilai nominal sandal karetnya, yang penting nilai fungsi, asoy dipake ya udah sih. Salah siapaaa? Ngefek ngga ya buat bikin nyontreng oknumnya. Yang dapet doorprice ketawa2 aja waktu ada yang bilang kalau itu harganya ratusan ribu, mungkin percaya ngga percaya. Btw, gw dengar2 sang calon anggota DPD gagal lolos.
10. Gw melihat orang yang sama tahun ini dan enam tahun yang lalu. Ada seorang laki-laki muda yang enam tahun lalu menggotong peti jenazah Eyang Putri, tahun ini dia membawa karangan bunga di pemakaman Eyang Kakung gw. Sayang kami tidak pernah sempat berbincang. Terima kasih ya Mas..
11. Keluarga besar yang guyub rukun adalah nikmat silaturahmi yang membahagiakan, termasuk bagi orang-orang dalam periode akhir hidupnya. Semoga kita semua bisa menyadari bahwa keluarga juga bisa menjadi jalan dari ridha Allah.
12. Gw baru tau kalau dus makanan / snack, atau yang di Jogja dikenal dengan doos, bisa dipesan dalam berbagai motif. Sumpah Jogja kreatif gila, mau motif batik, warna-warni, atau bunga-bunga klasik yang ngga norak ada disini. Arisan atau Yasinan Anda pasti lebih manis kalau doosnya ngga cuma putih polos atau bergambar mawar merah bertuliskan “selamat menikmati”, hehe.
13. Kalau ada Yasinan atau pengajian di Jogja bukan makanan beratnya yang dibawa pulang di box-box nasi, tapi justru snacknya. Ritual makan malam justru dilakukan setelah berdoa. Teknisnya adalah mengoper-oper piring nasi dan lauk yang udah dijatah porsinya.
14. Kakak dari Nenek gw kemarin menguraikan silsilah Padmodisastro sampai ke Sri Sultan Hamengkubuwono ke-7. Kegiatan ini dilakukan di tengah-tengah makam, sambil menjelaskan empunya masing-masing.
15. Sepertinya bagi gw…kesibukan yang dulu-dulu selalu memadati hidup gw membuat quality time jadi sangat sedikit. Ada penyesalan juga yang muncul, memikirkan untuk apa kita bersibuk-sibuk ria, jika kita ngga bisa meluangkan waktu yang berharga dengan keluarga dan teman-teman yang mengembangkan diri kita.
16. Random random….terlalu acak nih lama-lama,hehehe..
See comments here