Secangkir teh filosofi

Pria itu tertegun membaca kalimat-kalimat Rumi. Sambil melihat ke kejauhan ia meneguk secangkir teh dari tangan kirinya. Memaknai jarak dari pandangannya. Menutup bukunya. Meresapi cintanya.

Ia berpindah buku dan membayangkan apa yang dikatakan Kierkegaard jika mengetahui apa yang ia rasakan sekarang. Bagaimana emosi dan perasaannya akan mempengaruhi keputusan hidupnya.

Secangkir tehnya ternayata tidak cukup untuk meresapi semuanya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s